Salah satu yang menyebabkan kita stress adalah kita terlalu banyak berharap, entah itu berharap sesuatu atau berharap kepada orang lain.
Saat kita mengharap sesuatu terjadi dan kita mencurahkan segenap harapan kita, maka segenap energi kita tersita habis untuk hal tersebut. Saat akhirnya harapan itu tidak menjadi kenyataan, maka yang ada adalah perasaan kesal, menyesal, berandai-andai, dll.
Saat kita mengharap orang lain melakukan sesuatu padahal kita tahu bahwa orang lain adalah di luar kemampuan kendali kita, maka ketika harapan kita tidak menjadi kenyataan yang muncul adalah rasa kesal, kecewa, jengkel, dll.
Mari kita simak QS 25:20 yang menyatakan : ” … Dan kami jadikan sebahagian kamu cobaan bagi sebahagian yang lain. Maukah kamu bersabar? … “
Oleh karenanya, saat kita berharap sesuatu, maka segala ikhtiar yang akan kita lakukan harus kita pasrahkan kepada Allah. Dan saat berharap tentang orang lain, maka mari kita tanya kepada diri kita sendiri, sudahkah kita melakukan sesuatu bagi orang lain itu.
Apapun yang kita harapkan semakin bermakna kala kita lillahi ta’ala.